Karena kamu cantik, kan kuberi segalanya apa yang kupunya dan hatimu baik sempurnalah duniaku saat kau disisiku. Kalimat diawal paragraf ini merupakan bagian reff dari lagu yang berjudul Kamu cantik kamu baik dari Lyla. Kalau dilihat dan didengar secara sepintas mungkin kita akan mengakui bahwa dua sifat wanita (kalau kita pria) dari lagu tersebut telah mewakili calon istri pujaan. Istri merupakan seorang wanita yang telah sah secara agama kemudian dibuktikan dengan surat nikah dari negara. Ketika kelak kita (bagi yang belum beristri) akan mencari seorang istri maka dua hal tersebut akan menjadi titik tolak kita dalam menentukan kriterianya. Pertama dia harus cantik, tentu saja cantik yang dimaksud adalah tampilan luarnya atau biasa disebut outer beauty. Kemudian yang kedua adalah baik, atau dengan kata lain inner beauty-nya.
Kecantikan menurut sebagian besar orang merupakan suatu yang subjektif. Outer beauty seseorang ditentukan dari perspektif kita masing-masing. Ada yang mengatakan wanita yang berkulit putih itu cantik. Sebagian yang lain mengatakan wanita yang berkulit coklat itu yang cantik. Kemudian wanita yang memiliki hidung yang mancung itu cantik dan ada pula yang mengatakan hidung yang agak datar itulah yang cantik. Kesubjektifan definisi kecantikan diperkuat Knight Dunlap melalui Alfred Strom dalam American Dissident Voices menyatakan
bahwa definisi kecantikan seseorang bervariasi dan berbeda antara ras
yang satu dengan yang lain, sehingga konsep kecantikan tidak dapat
dibandingkan. Namun secara universal dapat saya tarik sebuah benang merah bahwa kecantikan dapat disandingkan dengan sebuah kata yaitu "Proporsional" baik secara jasmani maupun rohani.
Selanjutnya, kebaikan pun merupakan suatu yang subjektif. Mengapa saya katakan demikian, karena baik menurut orang yang satu belum tentu sama dengan yang lain. Artinya, penilaian mengenai kebaikan lebih mengarah hal yang bersifat kualitatif bukan kuantitatif. Kebaikan tidak dapat dijabarkan dalam bentuk angka namun hanya dapat dimaknai dengan sentuhan perasaan. Oleh karenanya, kebaikan lebih ditekankan kepada Inner beauty atau kecantikan dari dalam diri. Namun, lagi-lagi secara universal dapat saya jabarkan bahwa kebaikan juga memiliki nilai-nilai yang universal. Salah satunya ialah simpati maupun empati dari masing-masing individu. Subjek yang satu dalam hal ini manusia, dapat melihat sifat-sifat seseorang dari caranya bersikap maupun bertindak. Dari situlah seseorang mampu mengategorikan seseorang tersebut Baik atau tidak baik melalui pengalaman Indrawi-nya.
Dalam ajaran islam melalui sabda Rasulullah SAW kita dapat menentukan kriteria calon istri yang akan kita pinang dan mendampingi kita kelak. Berikut hadistnya :
“Seorang wanita biasanya dinikahi karena empat hal,yaitu karena hartanya, karena nasabnya (keturunannya),karena kecantikannya dank arena agamanya. Maka utamakan memilih istri (wanita) karena agamanya. Kamu akan merugi (bila tidak memilih karena agamanya).” (HR. Bukhari,Muslim dan Abu Dawud)
“Seorang wanita biasanya dinikahi karena empat hal,yaitu karena hartanya, karena nasabnya (keturunannya),karena kecantikannya dank arena agamanya. Maka utamakan memilih istri (wanita) karena agamanya. Kamu akan merugi (bila tidak memilih karena agamanya).” (HR. Bukhari,Muslim dan Abu Dawud)
Dari hadist diatas, dapat kita lihat bahwa selain kebaikan dan kecantikan, ternyata ada hal lain yang perlu kita cermati dalam menentukan pasangan hidup. Harta, keturunan, serta yang paling utama adalah Agamanya. Kita dianjurkan untuk memilih istri yang jelas asal-usulnya serta wanita yang sholehah. Tentu saja hadist ini melengkapi kriteria kita dalam menentukan Calon istri idaman.
Sekian...Semoga bermanfaat...
Source :
http://lenterahati21.blogspot.com/2013/02/mencari-jodoh-menurut-islamtips-memilih.html
http://www.chordfrenzy.com/chord/7572/lyla-kamu-cantik-kamu-baik
http://gudangpertanyaan.blogspot.com/2012/03/standar-kecantikan-menurut-para-ahli.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar