Ada satu hal yang mungkin selalu orang sembunyikan dan entah apa malu atau bagaimana mengungkapkannya. Kata yang tepat untuk mewakilinya adalah Jatuh cinta. Tidak dapat dipungkiri semua manusia pasti punya itu. Baik itu jatuh cinta yang sifatnya sangat sensitif hingga masalah yang remeh temeh.
Karena aku juga manusia, maka tentu saja saya punya itu. Sebenarnya aku bingung harus mulai darimana. Tapi, mungkin aku bisa mulai dari sini saja. Mungkin diantara anda pernah dan mungkin sering merasakan jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya. Apakah itu kepada seseorang ataupun terhadap sesuatu yang lain semisal hobi, tempat, dsb. Kali ini yang menimpa saya adalah jatuh hati kepada orang, Ehemm, entahlah mengapa hal ini bisa terjadi.
Kata orang, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Itulah yang terjadi terhadap saya di usiaku yang genap 20 tahun ini. Ya, sekarang aku menginjak usia 20 tahun. Usia yang sebagian orang mungkin sudah cukup dewasa. Kembali ke keadaan yang aku alami yaitu jatuh cinta. Aku jatuh cinta kepada seorang wanita, sebut saja dia Ani. Oh iya, sebelum itu perkenalkan namaku Fahri. Aku seorang mahasiswa semester empat disalah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia Timur. Tinggiku sekitar 175 cm dengan kulit agak coklat dan tubuh cukup atletis. Ya itu kata teman-temanku yang selalu iri dengan tampangku yang katanya "ganteng".
Aku akan mulai dari awal aku bertemu dengannya. Pada hari itu, sekitar dua tahun yang lalu, aku baru saja dinyatakan lulus di kampus yang telah lama aku dambakan. Kampus dimana tempat berkumpulnya kaum intelektual untuk mengejar mimpi-mimpinya. Tempat dimana aku juga berharap aku mampu melangkah lebih maju dan lebih sukses dari orang kebanyakan.
Pagi itu, ditemani suara kendaraan bermotor dan asap yang sangat banyak menutupi jalan. Aku melangkah dengan semangat yang tinggi untuk memulai hari pertamaku di kampus. Karena kampus dan kosku jaraknya sekitar lima km, maka kuputuskan untuk naik angkot. "Kampus pak"kataku sambil menengok ke dalam angkot. Tampak di dalam angkot masih sepi. Hanya seorang wanita separuh baya dan seorang pria yang kulihat di dalamnya. Kebetulan aku berangkat pagi-pagi sekali, takut telat masuk kampus di hari pertamaku. "Iya dek, silahkan naik" jawab sopir angkot yang sedari tadi mengulangi perkataannya karena aku menengok ke dalam terus menerus. Aku lantas naik dan duduk di bangku paling luar angkot tersebut. Waktu menunjukkan pukul 06.25 WITA. Itu waktu yang ditunjukkan jam kesayanganku. Jam tangan hitam yang selalu menemaniku sejak SMA dulu. "
Jalanan di kota Makassar, belum terlalu padat. Tidak seperti waktu aku baru pertama kali datang kesini. Macetnya luar biasa, kalau dibandingkan di kampung, ahhh beda banget. Iya aku lupa mengenalkan darimana asalku. Aku merupakan salah satu putra kebanggaan Sulawesi tengah, tepatnya aku tinggal di Palu. Tempat yang indah dengan berjuta pesona.
"Kiri pak, kiri kiri" Teriakku sedikit kencang karena laju angkot ini terlalu cepat dan sudah lewat di tempat seharusnya aku berhenti.
BERSAMBUNG.....
Jalanan di kota Makassar, belum terlalu padat. Tidak seperti waktu aku baru pertama kali datang kesini. Macetnya luar biasa, kalau dibandingkan di kampung, ahhh beda banget. Iya aku lupa mengenalkan darimana asalku. Aku merupakan salah satu putra kebanggaan Sulawesi tengah, tepatnya aku tinggal di Palu. Tempat yang indah dengan berjuta pesona.
"Kiri pak, kiri kiri" Teriakku sedikit kencang karena laju angkot ini terlalu cepat dan sudah lewat di tempat seharusnya aku berhenti.
BERSAMBUNG.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar