Rabu, 05 November 2014

GRATIS DARIMANA ???


Banyak perjalanan yang tlah kulewati
Demi menuju perguruan yang katanya tinggi
Tinggi akan hal-hal yang berbau akademisi
Tinggi akan mimpi-mimpi yang dibawa sejak dini
Tinggi...Tinggi...dan Tinggi
Katanya...

Pemimpin yang dijuluki pemerintah
Kini hanya tinggal nama
Lebih pantas dikatakan penguasa
Penguasa yang rakus akan harta, tahta, dan apalah

Begitu banyak janji yang diumbar
Namun satu yang terngiang bagiku
Pendidikan murah bahkan seharusnya gratis
Janjinya...

Tapi janji tinggallah janji
Mimpi yang kubangun diambang punah
Tidak adalagi pendidikan murah
Apalagi gratis...

Cita-cita kemerdekaan untuk mencerdaskan bangsa kini dipelintir menjadi
Cita-cita mencerdaskan kantong penguasa
Membuncitkan perut-perut buaya-buaya berdasi
Mengosongkan perut-perut buruh, tani serta rakyat yang harusnya diayomi

Birokrasi kampus seakan menutup mata, telinga, bahkan batin mereka
Tak mau lagi mendengar jeritan pilu pencari ilmu
Tak mau lagi memikirkan masa depan pendidikan kami

Pantaskah kalian dipanggil ayah ibu kedua kami
Ketika mulut kami dibungkam berbagai macam intervensi
Langkah kami dibekukan dengan alasan kolot

Namun, kami takkan berhenti bersuara
Menuntut apa yang seharusnya kami dapatkan
Dan apa yang seharusnya kami rasakan
Lebih baik gugur dalam gerak daripada gugur dalam diam!!!

Kau akan tahu ketika kita berpisah


Sorot matamu membuatku tahu arti teduh
Setiap kali kau ada membuatku tahu arti nyaman
Ketika kau gelisah membuatku tahu arti peka
Senyummu membuatku tahu arti bahagia
Tawamu membuatku tahu arti riang
Air matamu yang menetes membuatku tahu arti sedih
Semangatmu membuatku tahu arti motivasi

Aku banyak tahu tentang kamu
Tapi entah engkau banyak tahu tentang aku
Aku menyimpan rasa untuk kamu
Tapi entah engkau  punya rasa atau tidak kepadaku

Mungkin engkau akan tahu ketika kita berpisah

Niscaya

Sarat akan makna
Punya banyak cerita
Selalu meninggalkan kisah
Dalam tawa dan haru
Melebur menjadi satu
Dengan berbagai spekulasi yang ada
Kini kau dapat mencari sesuatu
Ya, sesuatu yang membuatmu melanlang buana
Entah kemana, dan entah kapan?

Adakah sedikit saja yang tahu
bahwa dirimu bukan hanya mitos atau pun khayal
ketika ini semakin nyata
Ya, aku tahu
bahwa kau benar-benar ada
bahkan sebelum jiwa merasuki raga
kau telah bertahta di sidhratul muntaha
Tinggal sang waktu yang akan menjawabnya
bahkan ketika sangkakala telah dibunyikan
Keyakinan ini takkan pernah pudar
bahwa kau adalah keniscayaan
entah di dunia atau di akhirat kelak...