Kamis, 26 Juni 2014

Ilusi


Soe Hok Gie dalam tulisannya yang membuatku sadar bahwa idealisme tak hanya sekedar impian atau mimpi karena memang hanya mimpi dan mimpi!!! "Saya membayangkan seorang mahasiswa antropologi, yang berusia sembilas belas tahun datang dengan cita-cita membuat field work di pedalaman Kalimantan atau Irian Barat. Atau seorang mahasiswa jurusan kimia yang berpikir untuk menemukan sejenis cairan baru yang dapat melambungkan manusia ke bulan. Atau seorang mahasiswa hukum dengan ide-ide yang sarat dengan rule of law. Tidak ada yang lebih kejam daripada mematahkan tunas-tunas semangat kemerdekaan berpikir dan berkreativitas. Dalam waktu beberapa tahun, pemuda berumur sembilas tahun ini mengetahui tak mungkin ada "Field work" ke Irian Barat atau pedalaman Kalimantan. Ia harus puas dengan skripsi tentang masyarakat tukang buah-buahan di Pasar Minggu. Dan alumnus Kimia benar-benar menyadari yang ada untuknya hanyalah kerja di pabrik sabun atau mentega. Pelan-pelan, ia harus melupakan idealismenya tentang cairan yang dapat melontarkan manusia ke bulan. Lalu, si mahasiswa fakultas hukum mengetahui, bahwa dia atas hukum yang tidak tertulis. Tentara, Polisi, jaksa dan garong-garong yang punya koneksi"
Demikian catatan Soe Hok Gie yang sarat akan makna yang mungkin saja akan menyadarkan kita dalam bertindak. Apakah akan terus berjuang mempertahankan idealisme dan semangat kreatifitas kita atau kembali ke realitas kehidupan yang penuh dengan kemunafikan?
-MA-

Ketiadaan


Ketika ketiadaan cahaya kian nyata
harapan yang mengarah ke kepunahan
waktu yang semakin usang, dan dahaga yang semakin terasa
Ada secerca embun yang menghiasi relung kekosongan
ada setitik celah yang menembus hingga ke ubun
dan ada sokongan yang mengarah ke keniscayaan
Sembari ku menunggu semangat itu menjelaga kembali..
Aku dan sepeninggalanku...
-MA-

Keep Istiqamah

Tak ada lagi kata yang dapat menjelaskan
Harus berbuat dan bagaimana lagi untuk memahamkannya
Karena sesungguhnya pahaman berasal dari subjektifitas individu
Jangan memaksa dan jangan terpaksa
Sesungguhnya keterpaksaan itu yang kelak akan menjadi luka atau sebaliknya...
Keep Istiqamah !!!
 

Rabu, 11 Juni 2014

Niscaya

Sarat akan makna
Punya banyak cerita
Selalu meninggalkan kisah
Dalam tawa dan haru
Melebur menjadi satu
Dengan berbagai spekulasi yang ada
Kini kau dapat mencari sesuatu
Ya, sesuatu yang membuatmu melanlang buana
Entah kemana, dan entah kapan?

Adakah sedikit saja yang tahu
bahwa dirimu bukan hanya mitos atau pun khayal
ketika ini semakin nyata
Ya, aku tahu
bahwa kau benar-benar ada
bahkan sebelum jiwa merasuki raga
kau telah bertahta di sidhratul muntaha
Tinggal sang waktu yang akan menjawabnya
bahkan ketika sangkakala telah dibunyikan
Keyakinan ini takkan pernah pudar
bahwa kau adalah keniscayaan
entah di dunia atau di akhirat kelak

Kamis, 05 Juni 2014

Solidaritas tolak penggusuran Bulogading...!!!

Perampasan sudah jadi barang lumrah di kota-kota besar. Hal ini membuat kita sebagai rakyat menjadi apatis. Tak mau lagi berurusan dengan urusan rakyat jelatah, tak pusing lagi dengan kesengsaraan rakyat miskin kota. Lantas apa bedanya kita dengan babi-babi berjas yang telah kekeringan hati serta nurani? Tolak Penggusuran, Penggusuran merampas hak hidup, hak merdeka, dan hak Asasi Rakyat...#Solidaritas tolak penggusuran Bulogading...!!!

KEADILAN MILIK PENGUASA

Bintang di langit menghiasi malam
Riak warga mulai bermunculan
Semangat menggelora menentang penindasan
 

Adakah secerca harapan?
Masih adakah yang memberi keibaan?
Ketika suara tak lagi terdengar
Jangankan suara, hukumpun telah berpihak
Pada segelintir hewan pemangsa kawan
Gelap mata karena harta
Buta nurani oleh tahta
Tak pandang bulu semua diterkam
 

Adakah keadilan itu?
atau memang utopis belaka?

Namun, jangan berhenti kawan
Karena sesungguhnya masih ada Tuhan...
-MA-